Header Ads

Percakapan Allah Dengan Bayi Sebelum Terlahir ke Dunia




www.copyhitam.com - Mari kita simak percakapan bayi dengan  ALLOH.Swt sebelum dilahirkan ke dunia fana ini ,ini bertujuan supaya keimanan kita bertambah dan semakin ingat kepada sang Pencipta/.Sesuatu kala. seseorang balita siap dilahirkan ke dunia, menjelang diturunkan ia bertanya kepada allah:
Percakapan Allah Dengan Bayi Sebelum Terlahir ke Dunia


balita: “para malaikat disini berkata, kalau esok engkau hendak mengirimku ke dunia, namun, gimana trik aku hidup di situ, aku begitu kecil dan juga lemah”

allah: “aku telah memilah satu malaikat untukmu.. dia hendak melindungi dan juga mengasihimu”

balita: “tapi di surga apa yang aku jalani cumalah bernyanyi dan juga tertawa ini cukup untuk aku buat bahagia”

allah: “malaikatmu hendak bernyanyi dan juga tersenyum untukmu tiap hari, dan juga kalian hendak merasakan kehangatan cintanya dan juga lebih berbahagia”



balita: “dan apa yang mampu aku jalani dikala aku mau berdialog kepadamu? ”


allah: “malaikatmu hendak mengarahkan.. gimana trik kalian berdoa”

balita: “saya mendengar kalau di bumi banyak orang jahat, siapa yang hendak melindungi aku? ”

allah: “malaikatmu hendak melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”

balita: “tapi aku hendak bersedih karna tidak memandang engkau lagi”

allah: “malaikatmu hendak menggambarkan kepadamu tentang saya, dan juga hendak mengarahkan gimana supaya kalian dapat berulang kepadaku, meski sebetulnya saya senantiasa berposisi di sisimu”

dikala itu surga begitu tenangnya sampai - sampai suara dari bumi mampu terdengar dan juga si anak dengan suara lirih bertanya.



balita: “tuhan, bila aku wajib berangkat saat ini, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti? ”



allah: “kamu mampu memanggil nama malaikatmu itu, ibu”


kenanglah bunda yang menyayangimu. sayangi orang yang telah melahirkanmu. buat bunda yang senantiasa meneteskan air mata kala kau berangkat.

ingatkah engkau kala ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membalut badanmu.

ingatkah engkau kala jemari bunda mengusap lembut kepalamu? dan juga ingatkan engkau kala air mata menetes dari mata ibumu kala dia melihatmu terbaring sakit…

sesekali jenguklah ibumu yang senantiasa menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. bunda yang kala kau tidak meyuruh buat cuci pakaian kecilmu, dengan bahagia dan juga tanpa marah marah mencium pakaian kotormu dan juga mencucikannya untukmu.

kemudian gimana denganmu? dikala ibumu meminta pertolonganmu buat mencucikan bajunya. dikala kau melupakannya ataupun bisa jadi tidak memperhatikannya, ibumu senantiasa menyebut namamu melalui nyanyian tengah malam berbasuh air wudhu’.

kembalilah, mohonlah maaf pada ibumu yang senantiasa rindu hendak senyumanmu. jangan perkenankan kau ketiadaan saat - saat yang hendak kau rindukan di masa tiba, kala bunda telah tiada.

tidak terdapat lagi di depan pintu yang menyongsong kita, tidak terdapat lagi senyuman indah ciri senang, yang terdapat cumalah kamar kosong tiada penghuninya.. yang terdapat cumalah pakaian yang digantung di lemarinya.

tidak terdapat lagi dan juga tidak hendak terdapat lagi yang hendak meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya. kembali dan juga kembalilah lekas, peluklah bunda yang senantiasa menyayangimu.

ciumlah kaki bunda yang senantiasa merindukanmu dan juga berikanlah yang tersadu di akhir hayatnya.

No comments:

Powered by Blogger.